Chemtrail, Bukti Literasi Warga Masih Rendah

Chemtrail, Bukti Literasi Warga Masih Rendah 

Oi bala-balaku,

Tadi sore ada yang share di grup kantor soal teori konspirasi "CHEMTRAIL". Jadi ada sebuah postingan seperti gambar berikut.

Pandangan pertama sih aku ngerasa ini postingan lawak banget sih. Bukan soal kontennya, tapi lebih soal kok PeDe banget gitu loh ini si pembuat postingan bikin ginian. Bikin skripsi yang bisa jd gak berdampak apapun ke masyarakat luas aja kudu pake data dan rujukan. Karena kalau salah kan malu sama dosbing dan penguji. Lah ini pasti akan viral, dan mungkin memang itu tujuannya, kok gak ada gak ada rujukan ilmiah berani post gitu.



Awalnya aku pikir ini kok parah banget ya warga kita. Lihat pesawat agak seringan dikit dan kebetulan ada putih-putih di jalur yang dilintasi pesawat langsung analisis ngasal dan posting. Tp ternyata ketika aku coba cari-cari di internet soal chemtrail ini, ternyata ada juga yang menyebarluaskan teori konspirasi ini di luar negeri sampai-sampai Harvard University merilis ulasan resmi terkait ini loh. Kamu bisa cek di sini.

Anggap teori konspirasi itu benar, kalau di negera maju menerbangkan pesawat untuk sekedar menaburkan zat kimia berbahaya masih bisa diterima akal meskipun kecil kemungkinan. Tapi yang muncul adalah untuk apa hal seperti itu dilakukan? Nah sekarang kalau itu dilakukan di Indonesia, jelas sama sekali tidak masuk akal karena dana kita tidak sebanyak negara-negara maju. Lebih baik untuk memberi uang saku tambahan ke pejabat biar gak cari uang saku di APBN. Iya kan??

 Well, kita masuk ke penjelasan ilmiahnya. 

Jadi sebetulnya yang dimaksud oleh si pembuat postingan soal awan yang berbentuk garis tipis ketika ada pesawat melintas adalah condensation trail.

Condensation trail (contrail) terbentuk karena pesawat melewati atmosfer lapisan atas yang lembap dan dingin. 

Contrail seperti awan berbentuk garis tipis yang memanjang di belakang pesawat. Contrail sejatinya adalah kristal es yang terbentuk dari campuran pertikel karbon yang diemisikan dari pembakaran pesawat dan uap air di atmosfer. 

Contrail ini biasa terbentuk di sekitar ketinggian yang sama dengan awan cirrus atau sekitar 25.000 hingga 35.000 kaki.

Contrail ini bisa terlihat dalam waktu lama hingga 1 jam jika kondisi atmosfer cukup lembap dan suhu atmosfer lebih rendah atau sama dengan -40ºF. 

Lalu apakah contrail berbahaya? enggak sama sekali. Justru ia bermanfaat bagi pengamat cuaca seperti aku karena ketika contrail terbentuk bisa sebagai tanda bahwa atmosfer lapisan atas saat dalam kondisi lembap dan dingin. 

Pesenku buat bala-balaku,
Terdengar ilmiah dan rumit untuk dipahami bukan menjadikan perkataanmu benar. Dan jika perkataanmu salah nan viral, bersiaplah akan hisab Allah di hari akhir nanti.

Comments